Rabu, 05 Desember 2012

upaya melestarikan bahasa jawi

"Bahasa Jawa khususnya sastra Jawa belum mati bung." Meskipun studi dan peminat Sastra Jawa semakin sepi setiap tahunnya, toh Sastra Jawa tetap eksis di belantara jagad sastra. Minoritas bukan berarti mati. Namun tentu saja butuh perjuangan keras agar tetap eksis. Sekedar eksis tentu sudah sangat bagus dibanding benar-benar mati. Tetap saja akan lebih membanggakan jika status eksis bisa meningkat menjadi populer. Mungkinkah? Jawabannya, tak ada yang tak mungkin di dunia ini.
Melihat perkembangan bahasa Jawa sekarang ini, khususnya sastra Jawa ibarat mati suri atau lebih parah mungkin koma, sekarat. Dikatakan mati belum, namun hidup pun juga sepertinya enggan. Ada akibat tentu ada sebab. Nah merunut berbagai sejarah perkembangan sastra Jawa di Indonesia, paling tidak ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan fenomena lesunya sastra Jawa. Diantaranya adalah :
1. Semakin langkanya produk sastra Jawa dan penulis sastra Jawa
2. Derasnya arus budaya (pop) global.
3. Arogansi (Kekakuan) paradigma satra Jawa beserta semua lembaga-lembaganya.
langsung mawon njeh, sederek nek pingen mrisani kamus utawi kata-kata kagem bahasa jawa langsung mawon mrisani teng alamat niki
http://seputarafitta.wordpress.com/2010/06/23/kawruh-basa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar