Kamis, 11 Februari 2016

Hary Tanoe Lantik Kepengurusan Perindo Dapil 7




Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Partai Perindo), Hary Tanoesoedibjo menghadiri  Rapat Kordinasi, Verifikasi Internal dan Pelantikan Dewan Pengurus Cabang  (DPC) Partai Perindo Se Dapil 7 Jawa Tengah di Auditorium Graha Grafika Gombong, Rabu (27/1/2016). Di saat bersamaan, Hary Tanoe melantik kepengurusan Partai Perindo di Kabupaten Purbalingga, Kebumen dan Banjarnegara.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPW Partai Perindo Jawa Tengah, Siswadi Selodipoero, Ketua DPD Partai Perindo Kebumen Damar Priambudi, Ketua DPD Partai Perindo Purbalingga Agus Slamet Budijanto SSos,  Ketua DPD Partai Perindo Banjarnegara Sunarso Kadar Waluyo. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen terpilih KH Yazid Mahfuds dan anggota DPRD dari Fraksi PKB, Jenu Arifiyadi.

Dalam sambutannya, Hary Tanoe mengkritisi kondisi bangsa Indonesia yang disebutnya belum sesuai dengan cita-cita kemerdekaan. Di usia yang 70 tahun, menurutnya, masyarakat Indonesia masih belum makmur secara ekonomi.

Menurutnya untuk mencapai kemakmuran, maka harus melewati kedaulatan dan keadilan. Kedaulatan meliputi daulat pangan, daulat pendidikan dan lain sebagainya. Hingga kini negara Indonesia juga belum swasembada pangan maka Indonesia belum berdaulat pangan.  Padahal jika negara mau maju maka negara harus swasembada pangan dulu.  “Swasembada pangan meliputi swasembada beras, kedelai, gula dan lain sebagainya. Padahal untuk kebutuhan beras saja hingga kini negara masih mengimpor dari luar negeri,” katanya.

Berbicara keadilan tentunya, membahas mengenai masalah hukum. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di negara ini hukum dapat dibeli “Wani Piro”. Jika demikian maka keadilan tidak mungkin akan terwujud. Kondisi ini semakin diperparah dengan jumlah penduduk miskin yang mencapai 70 persen.  “Dengan demikian lebih banyak penduduk miskin dari pada yang kaya, kalau harus “Wani Piro” ya yang miskin tidak pernah dapat keadilan,” paparnya.

Untuk itu maka hidup masyarakat harus ditingkatkan. Salah satunya dengan bekerja yang berkualitas. Hal itu untuk mengurangi kesenjangan sosial yang ada di masyarakat. Caranya dengan memberi perlindungan kepada mereka, sehingga bukan hanya pemberian modal semata. Namun mereka juga harus diberi ketrampilan dan perlindungan.” Yang sering saya katakan dengan istilah "mereka" adalah para UMKM, Nelayan, Petani dan Buruh,”paparnya. (mam)

Kamis, 03 April 2014

FADLILLAH BULAN RAJAB


Bertaqwalah kepada Allah SWT; taqwa dalam arti memelihara diri dari segala bentuk kemusyrikan dan kemunafikan yakni dengan mentaati dan mengerjakan semua perintah serta meninggalkan larangan-larangannya.
Juga taqwa yang dapat menumbuhkan amal-amal shaleh yang nyata sebagai pembuktian kebenaran iman sebab segala perbuatan dan amal manusia, baik atau jahatnya merupakan pencerminan imannya terhadap Allah SWT.
Hidup kita adalah berbilang hari, bulan dan tahun. Semua itu telah diatur Allah, silih bergantu.
Allah SWT telah berfirman:

Artinya  : “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram”. (QS. At-Taubah: 36)

Dari ayat tersebut kita memperoleh pengertian bahwa dia antara waktu-waktu yang telah diatur Allah, terdapat waktu yang mulia; satu diantaranya ialah bulan Rajab.
Sesungguhnya berbahagia karena kita  dapat memasuki bulan yang bersejarah ini, yang tidak mungkin dilupakan oleh segeanp kaum muslimin.
Marilah kita lebih mensyukuri nikmat Allah, sebab dengan datangnya bulan rajab ini kita ingat kembali betapa Rasulullah SAW diangkat ke hadirat Allah untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Sungguh tinggi nilai shalat dibanding perinta-perintah yang lain, seperti zakat, puasa, dan haji.
Sebab itulah kita wajib menyadari pentingnya ibadah shalat dengan melaksanakan secara ikhlas dan khusyu’ sebagai bukti taqwa kita. Ketinggian nilai shalat inilah yang menempatkan sebagai sendi agama.
Rasulullah SAW bersabda:
الصلاة عماد الدين فمن اقامها فقد اقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين. رواه البيهقى
Artinya  : “Shalat (lima waktu) adalah tiang agama. Barangsiapa yang menegakkannya berarti ia telah menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkannya berarti ia telah merobohkan agama”. (HR. Baihaqi)

Sebagai kaum muslim senantiasa mengharap rahmat dan fadillah dari Allah.
Untuk itu kita harus meningkatkan amal shaleh, memperbanyak ibadah terutama dalam bulan-bulan mulia.
Didalam bulan mulia, terutama bulan Rajab itulah segala amal akan memperoleh pahala yang berlipat ganda, dan Allah menyediakan surga (kehidupan yang bahagia) bagi orang-orang yang berbuat kebajikan dan beribadah.
Rasulullah SAW bersabda:
ان فى الجنة نهرا يقال له رجب اشدبياضا من اللبن واحلى من العسل من صام يوما من رجب سقاه الله من لك النهر.
Artinya  : “Di dalam surga terdapat sebuah bengawan yang disebut bengawan Rajab; airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada madu. Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan Rajab maka kelak alah akan memberi minum kepadanya dari air bengawan itu

Bulan Rajab adalah yang penuh maghfiroh; segala kebaikan akan memperoleh pahala berlipat ganda. Segala ampunan akan diterima dan segala kemaksiatan harus lebih dijauhi.
Allah SWT berfirman:

Artinya  : “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar”. (QS. Al-Baqarah: 217)

Rasulullah SAW bersabda:
انيبوا الى ربكم واستغفروا من نوبكم واجتنبوا المعاصى فى شهر الحرام
Artinya  : “Kembalilah engkau kepada Tuhanmu, mohonlah ampunan dari segala dosamu dan jauhilah segala kemaksiatan dalam bulan haram

Dari ayat dan hadits diatas nyatalah bahwasannya dalam bulan Rajab ini kita dianjurkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan amal shaleh dan memperbanyak ibadah.
Kita gunakan bulan Rajab untuk mencari bekal akhirat dengan tidak melupakan kemaslahatan hidup dunia.
Kita ramaikan peringatan-peringatan rajabiyah dengan itikad untuk menghormati kemuliaan bulan Rajab dan dengan tujuan mengambil hikmah yang terkadnung dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi dibulan itu yaitu Isro’ Mi’rah Nabi kita Muhammad SAW.
Oleh sebab itu, sebagai orang tua kita wajib menanamkan kesadaran kepada anak cucu, agar mereka dapat menghormati bulan mulia ini, melatih mereka untuk meningkatkan amal shaleh dan mengajak mereka untuk mengikuti penerangan-penerangan para ulama’ dan mubaligh tentang hikmah yang terdapat dalam bulan Rajab sehingga menambah gairah meningkatkan amalia ubudiyah seperti puasa-puasa sunnat dan lain-lainnya.
Sesungguhnya kita bertanggung jawab terhadap baik buruknya pendidikan anak-anak kita. Karena itu kita semua berkewajiban mendidik anak-anak kita masih-masing, agar menjadi anak-anak yang shaleh.
Mendidik memang harus disesuaikan cita-cita orang tua sebab orang tua merupakan lembaga pendidikan yang primer. Sudah barang tentu dalam mencapai cita-cita ini, orang tua harus berusaha mempengaruhi anak dalam perkembangannya sehari-hari. Orang tua sebagai pendidik, harus bergaul dengan anak, mengontrol agar perkembangan itu selalu mengarah kepada yang baik-baik saja.
Rasulullah SAW bersabda:
كل مولود يولد على الفطرة فابواه يهودا نه او ينصرا نه او يمجسانه.
Artinya  : “setiap kelahiran (anak yang dilahirkan) dilahirkan dalam keadaan suci. Hanya kedua orangtuanalah yang mencetak anak itu menjadi Yahudi, atau Nasrani, atau menjadi Majusi.

Pendidikan adalah urusan yang paling utama dan alat yang amat penting bagi suatu bangsa. Dengan mendidik suatu bangsa mengembangkan kesadaran dirinya, melalui kesadaran pribadi yang mendukungnya.
Pendidikan merupakan persiapan bagi generasi muda, dalam kecakapan dan dalam membuat mereka menyadari tugas serta kewajiban hidup mereka.
Mulai pendidikan, suatu bangsa menyalurkan warisan kultural dan intelektualnya, kepada generasi pengganti. Lewat pendidikan, kebudayaan mengabdikan dirinya. Pendidikan adalah suatu proses yang terus bersambung. Dengan proses itu, latihan mental, pisik dan moral diberikan yang bertujuan untuk membentuk manusia yang berguna, cakap melaksanakan tugas dan kewajiban mereka sebagai manusia dan warga negara yang baik. Pendidikan adalah pembentukan sifat baik, dengan cara menanamkan kebiasaan atau penghayatan yang bahwa kepada sifat atau kesadaran tertentu, yaitu dengan menyuruh dan menggerakkan untuk mengerjakan perbuatan tertentu berulang kali, sehingga menjadi kebiasaan. Kebiasaan itulah yang membentuk sifat. Dan kebulatan dari sifat-sifat membentuk kepribadian.
Oleh karena itu, saudara-saudara sekalian! Rasulullah SAW
مروا الصبي بالصلاة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضر بوه عليها.
Artinya  : “Perintahkanlah anak melakukan shalat, apabila telah mencapai usia tujuh tahun. Kalau sudah berumur sepuluh tahun, sedangkan anak itu tidak melaksanakan perinta, maka pukullah dia
يا ايها الذين امنو عليكم انفسكم لايضركم من ضل اذا اهتديتم الى الله مرجعكم جميعا فينبئكم بما كنتم تعلمون.
Artinya:  “Wahai orang-ornag yang beriman! Perhatikanlah diri kalian. Seandainya orang lain bertindak sesat, maka tidakannya itu tidak akan merugikan diri kalia, kalian mau mengambil petunjuk Allah. Kalian pasti akan kembali menghadap ke pengadilan Allah, dimana Allah bakal membeberkan kepada kalian tentang apa yang sudah kalian perbuat di dunia ini”.

Senin, 18 November 2013

FADILLAH BULAN SYA’BAN DAN NIFSU SYA’BAN

Bertaqwalah kepada Allah, taqwa dalam arti memelihara diri dari segala bentuk kemusyrikan dan kemunafikan yakni dengan mentaati dan mengerjakan semua perintah serta meninggalkan larangan-larangannya.
Juga taqwa yang dapat menumbuhkan amal-amal shaleh yang nyata sebagai pembuktian kebenaran iman, sebab segala perbuatan dan iman manusia, baik atau jahatnya merupakan pencerminan imannya terhadap Allah.
Hidup kita adalah berbilang hari, bulan dan tahun. Semua itu telah diatur Allah, silih berganti.
Allah berfirman:


Artinya  : “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram”. (QS. At-Taubah: 36)

Dari ayat tersebut kita memperoleh peringatan bahwa diantara waktu-waktu yang telah diatur Allah, terdapat waktu-waktu yang mulia satu diantaranya adalah bulan Sya’ban. Sungguh berbahagia, karena kita dapat memasuki bulan yang bersejarah ini, mungkin dilupakan oleh segera kaum muslimin.
Marilah kita lebih mensyukuri nikmat Allah, sebab dengan datangnya bulan Sya’ban ini kita ingin kembali riwayat dari Yahya bin Mu’adz, bahwa dia berkata: Sesungguhnya didalam kata Sya’ban terdapat lima huruf, dimana dengan setiap hurufnya kaum mu’minin akan diberi suatu pemberian: dengan syiin akan diberi Syaraf (kehormatan) dan Syafa’at, dan dengan ‘Ain akan diberi ‘Izzah (keperkasaan) dan kekaramat (kemuliaan), dan dengan Baa’ akan diberi Biir (kebaikan), dan dengan Alif akan diberi Ulfah (cahaya), dan oleh karenanya dikatakan: Bulan Rajab ialah untuk mensucikan hati dan bulan Ramadhan ialah untuk mensucikan ruh. Sesungguhnya orang yang mensucikan badannya pada bulan Raja maka dia akan mensucikan hatinya pada bulan Sya’ban, dan orang yang mensucikan hatinya pada bulan Sya’ban akan mensucikan ruhnya pada bulan Ramadhan, maka jika dia tidak mensucikan badannya pada bulan Rajab dan hatinya pada bulan Sya’ban, kapankah dia akan mensucikan ruhnya pada bulan Ramadhan?. Dan oleh karenanya berkata seorang ahli hikmat: “Sesungguhnya bulan Rajab untuk memohon ampun dari segala doa, dan bulan Sya’ban untuk memperbaiki hati dari segala cacat, dan bulan Ramadhan untuk memberi penerangan hati, sedang malam Qadar adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Rasulullah SAW bersabda:
من صام ثلاثة ايام من اول شعبان وثلاثة من اوسطه وثلاثة من اخيره كتب الله له ثواب سبعين نبيا وكان كمن عبد الله تعالى سبعين عاما وان مات فى تلك السنة مات شهيدا.
Artinya  : “Barangsiapa berpuasa tiga hari pada awal bulan Sya’ban dan tiga hari pada tengahnya, dan tiga hari pada akhirnya, maka Allah akan menuliskan baginya padahal dati tujuh puluh orang Nabi, dan adalah seperti orang beribadah kepada Allah selama tujuh puluh tahun, dan jika dia mati pada tahun itu dia mati sebagai pahlawan syahid”.

Dan dalam hadits lain Nabi bersabda:
من عظم شعبان واتقى الله تعالى وعمل بطا عته وامسك عن المعصية غفر الله تعالى ذنوبه وامنه من كل ما يكون فى تلك السنة من اللبلايا والامراض كلها.
Artinya  : “Barangsiapa mengagungkan Bulan Sya’ban dan bertaqwa kepada Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya dan menahan diri dari berbuat maksiat, maka Allah mengampuni dosa-dosany, dan memberi keamanan kepadanya dari kemalangan maupun penyakit-penyakit yang terjadi pada tahun itu seluruhnya”.

Sebagai muslim kita senantiasa mengharap rahmat dan fadillah dari Allah.Untuk itu kita harus meningkatkan amal shaleh, memperbanyak ibadah terutama pada bulan-bulan mulia.
Di dalam bulan mulia, terutama bulan Sya’ban itulah segala amal akan memperoleh pahala yang berlipat ganda, dan orang yang menghidupkan malam pertengahan dari bulan Sya’ban maka hatinya takkan mati manakala hati-hati (orang lain) pada mati.
Rasululah bersabda:
من احيا ليلة العيدين وليلة النصف من شعبان لم يمت قلبه حين تموت القلوب.
Artinya  : “Barangsiapa menghidupkan malam dari pada dua hari-raya dan malam pertengahan dari bulan Sya’ban, maka hatinya takkan mati manakala hati-hati (orang lain) pada mati”.

Rasulullah SAW bersabda:
فضل شعبان على سائر الشهور كفضلى على سائر الانبياء وفضل رمضان على سائر الشهور كفضل الله تعالى على عباده.
Artinya  : “Keutamaan bulan Sya’ban atas bulan-bulan yang lain adalah sebagaimana keutamaanku atas sekalian para Nabi, sedang keutamaan bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain ialah sebagaimana keutamaan Allah Ta’ala atas sekalian hamba-hamba-Nya”.

Dari hadits-hadits di atas nyatalah bahwasannya dalam bulan Sya’ban ini kita dianjurkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan amal shaleh dan memperbanyak ibadah.
Kita gunakan bulan sya’ban untuk mencari bekal akhirat dengan tidak melupakan kemaslahatan hidup dunia. Kita ramaikan (agungkan) malam nisfu sya’ban dengan membaca surat Yasin sesudah maghrib dan berdoa dengan do’a yang masyhur.
Oleh sebab itu, sebagai orang tua kita wajib menanamkan kesadaran pada anak cucu, agar mereka dapat menghormati bulan mulia ini, melatih mereka untuk meningkatkan amal saleh dan mengajak mereka untuk mengikuti penerangan-penerangan para ’Ulama dan Mubaligh tentang keutamaan bulan Sya’ban sehingga menambah gairah meningkatkan amaliyah ubudiyah seperti puasa- puasa sunnat dan lain-lainya.
Sungguh kita bertanggung jawab terhadap baik buruknya pendidikan anak kita. Karena itu, betapa kecewa hati kita apabila melihat kenyataan pahit, dimana anak-anak sudah tidak mengenal agama, pergaulan mereka telah bebas, perbuatan mereka telah jauh menyimpang dari tuntunan Illahi.
Suatu kenyataan saat-saat sekarang telah banyak timbul gejala kemerosotan akhlq generasi muda, yang pada prinsipnya ialah karena mereka tidak mengenal peraturan-peraturan Allah atau karena tidak adanya pengertian yang diberikan oleh orang-orang tuanya, sehingga sikap dan tindakan serta laku perbuatan mereka menjadi liar : sudah barang  tentu jika keadaan yang demikian generasi mendatang akan diliputi kabut kegelapan, bahkan kelemahan yang akhirnya hancur dan larut bersama nafsu syaithaniyyah. Na’udzu billahi nim dzalik.
Allah SWT, telah memberi peringatan kepada kita selaku orang tua, agar hendaknya kita merasa prihatin jika melihat anak turun yang lemah, sebagai firman-Nya :


Artinya : Hendaklah mereka takut jangan sampai meninggalkan anak keturunan yang di belakangnya, dikuatirkan akan sengsara, sebab itu hendaklah mereka patuh kepada Allah dan hendaklah mereka berkata dengan perkataan yang betul. ( an Nissa’: 9)

Ayat  ini merupakan peringatan dari Allah kepada kita tentang apa dan bagaimana semestinya kita berbuat untuk keselamatan anak keturunan dimasa depan ; dari ayat ini pulalah kita dapat mengambil pengertian yang luas, behwasanya kelemahan anak-anak tidak hanya dilihat dari segi jasmani ( physik) semata-mata, tetapi yang lebih memprihatinkan ialah kelemahan aqidah mereka.
Oleh sebab itu melalui mimbar ini sekali lagi kami ajak saudara-saudara untuk lebih meningkatkan pendidikan Agama kepada anak-anak kita, dengan tidak melupakan pendidikan ilmu-ilmu lain yang berguna bagi kehidupan mereka di masa mendatang.
Marilah   kita salurkan ketempat-tempat pendidikan Agama, kita ajak dan kita perintahkan mereka mendatangi pengajian-pengajan, agar jiwa keagamaan semakin meresap dalam hati sanubarinya.
Dengan cara inilah kita mengharapkan kenikmatan Allah tetap curahkan kepada anak keturunan dimasa-masa mendatang, dan terindahlah mereka dari bencana dan siksa Allah.
Akhirnya marilah kita senantiasa memohon kepada Allah, agar limpahan rahmat karunia-Nya tetap kita rasakan dan juga bagi anak-anak kita, sehingga kebaikan-kebaikan jualah yang kita peroleh dunia akhirat, dan terpeliharalah kita dari siksaan api neraka.
ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار.
Artinya  : “(Ya Allah) Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta hidarkanlah kami dari siksaan api neraka”.


Artinya  : “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. (QS. Ibrahim: 35)



Kamis, 17 Oktober 2013

BUKTI CLAIM ASURANSI PRUDENTIAL

Ada beberapa bukti bahwa Prudential membayarkan claim kepada Nasabah nya. Antara lain adalah :

1. PRUDENTIAL membayarkan claim atas tragedi karamnya kapal mewah TITANIC tanggal
    14 April 1912 sebesar 12.834 Poundsterling
Prudential merupakan Asuransi Pertama dan Satu-satunya Asuransi di Dunia yang membayarkan claim ini.

Untuk Prudential ketepatan waktu pembayaran klaim untuk memberikan bantuan langsung pada saat keadaan darurat merupakan bagian inti dari layanan pelanggan . Kolektor Prudential yang selalu di tangan untuk memberikan bantuan keuangan yang cepat kepada penerima manfaat ketika bencana melanda .Selama Perang Dunia II bahkan ada kasus di mana klaim dibayarkan kepada ahli waris dari seorang pria yang tewas dalam serangan udara hampir satu jam setelah mengambil kebijakan tentang hidupnya sendiri . Tunjangan juga dilakukan untuk kasus-kasus di mana kebijakan pengadu ' dan dokumentasi pendukung telah hancur bersama dengan harta benda mereka yang lain .
Profil The Sun surat kabar dari Prudential , yang diterbitkan pada tahun 1894 , mengamati bahwa 'tidak ada kecelakaan serius terjadi antara massa orang tanpa termasuk pada orang mati -roll nya yang meyakinkan dengan perusahaan .Bencana Localised , seperti banjir di Lincolnshire dan Timur Anglikan pantai pada tahun 1953 dibawa keluar kegagahan dan efisiensi staf lapangan Prudential , yang sering di antara yang pertama di tempat kejadian . Baru-baru ini , klaim telah dibayarkan setelah landasan kapal tanker minyak Braer di Garth Ness , Shetland pada tahun 1993 dan banjir pada tahun 2000 .
Berbagai klaim telah tertutup oleh Prudential selama bertahun-tahun , termasuk kebakaran, banjir , laut, motorik , kereta api , kecelakaan industri dan domestik . Paling terkenal , tenggelamnya kapal Titanic pada 14 April 1912 mengakibatkan hilangnya lebih dari 1.500 jiwa; pada 1 Juni.


2.  PRUDENTIAL membayarkan claim atas tragedi kecelakaan maut Saipul Jamil - Virginia



KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA
Saipul Jamil dan Virginia Anggraeni

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah kesedihan atas meninggalnya sang istri, Virginia Anggraeni (23), pedangdut Saipul Jamil (31) dikabarkan bakal mendapat warisan uang Rp 1 miliar.
Uang itu merupakan pembayaran klaim asuransi meninggalnya Egi, panggilan akrab Virginia.
Salah satu perusahaan asuransi jiwa berskala nasional di Indonesia akan segera membayarkan uang klaim asuransi kepada Ipul—panggilan akrab Saipul Jamil—sebesar Rp 1 miliar. Ipul, demikian keterangan dari perusahaan asuransi itu, adalah ahli waris Virginia yang mengikuti asuransi jiwa.
Selama ini, Egi adalah salah satu nasabah perusahaan asuransi tersebut. Begitu mengetahui kematian Egi akibat kecelakaan tunggal di Jalan Tol Cipularang Km 96+500, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (3/9/2011), perusahaan asuransi itu bersiap mengeluarkan uang klaim hingga Rp 1 miliar.
Salah satu sumber di perusahaan asuransi yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, Virginia belum lama menjadi nasabah di sana. "Virginia baru beberapa bulan ini mengikuti asuransi," katanya saat dihubungi lewat telepon, Rabu (7/9/2011).
Setiap bulannya, perempuan yang dinikahi Ipul pada 10 Maret 2011 itu membayar premi asuransi Rp 1 juta. Uang klaim hingga Rp 1 miliar akan diberikan kepada Ipul lantaran asuransi yang diikuti Virginia selama ini hingga sebelum meninggal dunia bersifat full protection.
"Usia muda dan aktivitas almarhumah semakin mempertinggi nilai pertanggungan," kata sumber tersebut. Dengan usia 20-an ketika memulai ikut asuransi, nilai pertanggungan asuransi Egi tentu cukup besar karena masa pembayaran preminya panjang.
Tidak hanya soal usia dan aktivitasnya. Nilai asuransi yang mencapai Rp 1 miliar itu juga dengan pertimbangan bahwa Virginia tidak merokok. "Pekerjaannya juga hanya sebagai ibu rumah tangga. Itu yang membuat nilai klaimnya semakin tinggi," ujar sumber tersebut.
Sampai Rabu (7/9/2011) atau empat hari setelah kecelakaan di Cipularang, dana klaim asuransi dari perusahaan tersebut memang belum diterima mantan suami Dewi Perssik itu sebagai ahli waris almarhumah Virginia. Pihak perusahaan asuransi masih menunggu sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh ahli waris, dalam hal ini Saipul Jamil.
Yang pasti, dana Rp 1 miliar tersebut sudah disiapkan dan akan diberikan pihak asuransi kepada Ipul jika persyaratan sudah dipenuhi. "Nanti ada hasil visum, laporan polisi, dan beberapa persyaratan lain yang harus dilampirkan. Paling lambat satu bulan setelah diajukan, dana akan dicairkan," kata sumber itu.
Tak mengharapkan
Soal kabar tersebut, Ipul tak membantah istrinya merupakan peserta asuransi. "Aduh, wartawan tahu saja. Kita lihat nantilah, ya. Saya tidak mengharapkan (uang klaim asuransi) itu. Yang jelas maksud saya adalah memberikan yang terbaik buat keluarga saya," kata Ipul saat ditemui di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (6/9/2011) dini hari.
"(Asuransi) Itu hanya untuk meng-cover hal yang tidak diinginkan, untuk masa depan. Saya juga tidak tahu, kan, apa yang akan terjadi," katanya lagi.
Menurut pedangdut itu, dia sama sekali tak mengharapkan terjadi musibah terhadap orang yang dicintainya. "Saya enggak mengharapkan itu. Kita juga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Alhamdulilah sudah banyak yang namanya asurasi ini-itu, asuransi menyelamatkan jiwa. Alhamdulilah, saya sejak sekolah sudah ikutan asuransi," katanya.
Keluarga ikhlas
Sementara itu, keluarga Virginia mengaku ikhlas atas kepergian Virginia dalam kecelakaan tersebut. Mereka tidak mau menyalahkan Saipul Jamil dalam peristiwa tersebut.
"Kami dari pihak keluarga ikhlas. Kami tak pernah mempermasalahkan siapa yang salah. Keluarga ikhlas, ini sudah jalan Allah," kata Stenie Mutiasari van Davren, salah seorang anggota keluarga Virginia, seperti ditayangkan infotainment Go Spot, Rabu (7/9).
Hal senada disampaikan oleh ibunda Virginia, Ati Sudiati. Sebagai seorang Muslimah, katanya, dia ikhlas menerima musibah ini dan tidak mau ambil pusing soal lainnya. "Saya enggak tahu dan saya enggak mau tahu. Karena saya seorang Muslimah, jadi saya ikhlas menerima sajalah, tidak mau ambil pusing masalah itu. Yang jelas, enggak ada indikasi itu (kesengajaan)," ujarnya.
Komentar pihak keluarga itu mereka sampaikan ketika dimintai tanggapan tentang penetapan status tersangka terhadap Saipul Jamil oleh Mabes Polri karena dianggap lalai dalam mengemudikan kendaraan yang mengakibatkan tewasnya Virginia.

Pengalaman Nasabah yang Ikut Asuransi Prudential


Saya ikut dua asuransi yang berbeda. Kebetulan ada penawaran asuransi lagi yang membuat saya tertarik. Akhirnya, jadilah asuransi ketiga di tangan saya. Prosesnya gampang dan tidak ribet.
Asuransi yang ditawarkan ke saya yang terakhir ini adalah Prudential (www.prudential.co.id). Setelah beberapa kali kontak telepon, akhirnya ia datang ke rumah dan menjelaskan program asuransi yang ditawarkan, lengkap dengan contoh-contoh yang dimaksud.
Yang membuat saya tertarik adalah fasilitas Pru-Med, di mana asuransi akan menanggung biaya rumah sakit bila si pemegang polis mendapatkan rawat inap 2x24 jam. Bila harus menjalani pembedahan, ada itung-itungan yang juga akan dibayarkan. Demikian juga bila masuk ICU. Saya tertarik dengan fasilitas ini karena Prudential mengijinkan salinan kuitansi yang dilegalisir pihak RS untuk mengajukan klaim.
Saya memilihnya karena kantor tempat saya bekerja memberikan jaminan kesehatan yang terhitung penuh, meskipun dengan plafon-plafon tertentu. Saya tidak ingin "membisniskan" sakit atau tidak ingin dirawat di RS, tapi setidaknya memberikan perlindungan jika terjadi apa-apa dengan kesehatan saya.
Terhitung tidak sampai satu minggu, proses penjelasan dan interview sudah kelar dan kini saya tinggal menunggu polisnya keluar.

Rabu, 09 Oktober 2013

ETOS KERJA KUNCI PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA


Marilah kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT melalui peningkatan etos kerja yang sebaik-baiknya, sesuai firman Allah SWT:


Artinya  : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Hasyr: 18)

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya umat, Rasulullah terlebih dahulu menanamkan akidah, lalu Beliau memacu etos kerja dan menegakkan disiplin kepada para sahabat dan senantiasa mengajarkan sikap berani hidup mandiri di kalangan mereka, seperti dibuktikan oleh sahabat Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf yang keduanya menjadi wiraswastawan sukses di kota Madinah. Sebagaimana tercermin dalam hadits yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah:
باكروا فى طلب الرزق والحوائج فإن الغدوبركة ونجاح. (روه الطبرانى والبزار)
Artinya  :  “Berpagi-pagilah pergi mencari rizki, karena sesungguhnya pada pagi hari itulah terletak berkah dan keberhasilan”.

Dalam Al-Qur'an juga banyak kita jumpai ayat yang menyuruh umat islam untuk tekun bekerja demi kebahagiaan dunia, tanpa mengesampingkan persiapan bagi kebahagiaan di akhirat. Juga ditegaskan bahwa bekerja amat penting untuk mencapai kesejahteraan hari esok, agar kelanjutan kehidupan keluarga dan masyarakat dapat terpelihara.
Alam semesta dengan segala isinya telah disediakan oleh Allah SWT bagi manusia. Akan tetapi manusia baru akan mendapatkan hasil dari sumber kekayaan alam itu, apabila ia berusaha dan bekerja. Misalnya untuk menggali sumber kekayaan di sektor pertanian orang harus membuka lahan pertanian dan mengusahakan penanaman. Untuk menggali potensi perikanan orang harus berusaha mengadakan penangkapan atau pembudidayaan ikan. Demikian juga untuk menggali dan mengeksploitasi sumber-sumber itu, baru ia dapat memperoleh rizqi dari kekayaan alam yang telah diciptakan oleh Allah SWT.
Memang banyak jalan yang dapat ditempuh oleh seseorang dalam memperoleh rizqi dan kekayaan. Ada orang yang memperoleh rizqi dengan cara berwiraswasta, berdagang, bertani atau menjadi pegawai. Ada juga yang memperoleh rizqi dengan bekerja untuk orang lain. Disamping itu ada juga sebagian orang yang memperoleh rizqi tanpa bersusah payah, karena mendapat warisan atau pemberian. Namun demikian Islam menegaskan kepada umatnya, bahwa jalan untuk mendapatkan rizqi melalui bekerja keras, bukan atas pemberian pihak lain, lebih utama dan mulia. Dengan kata lain, bahwa menurut Islam jalan yang paling terpuji untuk memperoleh rizqi dari Allah SWT adalah dengan meminta-minta atau mengandalkan pemberian orang lain tidak dikehendaki oleh Islam.
Bahkan keharusan bekerja dan berusaha ini telah ditunjukkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dalam banyak ayat Al-Qur'an dan hadits. Perintah-perintah seperti “Berjalanlah kamu ke segala penjuru dunia”. (فامشوا فى مناكيها) atau “Bertebarlah kamu di muka bumi”. (فانتشروا فى الارض) adalah perintah Allah SWT kepada manusia agar bekerja dan mencari mata pencaharian di mana pun berada. Sedangkan hadits Nabi yang menyatakan: “Kamu lebih mengerti tentang urusan-urusan duniamu”. (انتم اعلم بأمور دنياكم) dapat dijadikan bukti adanya keleluasaan yang diberikan Islam kepada pemeluknya untuk bebas berbuat dan mengatur sendiri hal-hal yang bersifat keduniaan, termasuk masalah teknis bekerja dan memajukan ekonomi umat. Sebab, Nabi SAW pernah bahwa umatnya lebih mengerti tentang urusan dunia dan mampu mengembangkan teori-teori keduniaan untuk mencapai kesejahteraan hidup di dunia, misalnya cara meningkatkan produktivitas kerja dengan ketrampilan, ilmu dan teknologi. Lebih dari itu, kedatangan Nabi Muhammad SAW, memang tidak diutus untuk mengajari manusia tentang ketrampilan kerja, kerajinan tangan, perindustrian, dan seluk beluk pertanian, atau hal-hal yang menyangkut teori-teori ilmu pengetahuan.
Keleluasaan umat Islam mengatur urusan dunia, menuntut adanya kemampuan menjabarkan ajaran Islam di dalam menjawab segala tantangan zaman modern, dumana Islam adalah satu-satunya agama yang memiliki konsep yang lengkap tentang berbagai aspek kehidupan, meliputi ekonomi, politik, sosial, kebudayaan dan sebagainya. Sehingga Islam harus dipahami tidak sebatas ibadah formalnya saja seperti sholat, puasa, zakat dan hajji. Tetapi umat Islam harus mampu menjadikan Islam sebagai solusi bagi segala persoalan hidup, baik ukhrawi maupun duniawi. Pengajian-pengajian dan ceramah agama yang selama ini terlihat masih terlalu banyak membahas tentang akhirat, hendaknya perlu diluruskan supaya berimbang dengan pembahasan tentang problem kehidupan dunia.
Dan khusus mengena ketertinggalan umat Islam dalam hal etos kerja, kiranya masyarakat muslim awam yang pada umumnya hanya memiliki pemahaman Islam secara tradisional, yaitu ajaran Islam dipandang sebatas ibadah-ibadah ritual saja, harus disadarkan bahwa sebenarnya Islam adalah agama yang mendorong bukan menghalang-halangi pemeluknya untuk sukses dan hidup bahagia di dunia. Islam tidak sekali-kali mengajarkan umatnya untuk “Biarlah di dunia ini menderita atau melarat, asalkan mendapat kebahagiaan di akhirat”.
Penegasan ini perlu, sebab salah satu kekeliruan umat Islam selama ini adalah sering menyalah artikan cara mendapat kebahagiaan akhirat. Seolah-olah kebahagiaan itu akan diperoleh hanya dengan memperbanyak ibadah ritual, kalau perlu dengan menyelenggarakan hidupnya, sedangkan kerja dianggapnya hanya urusan dunia yang seakan-akan cuma mengganggu upaya untuk memperoleh akhirat. Padahal Allah SWT menyuruh manusia mencari anugerah-Nya tidak hanya untuk kebahagiaan akhirat tapi sekaligus untuk kesejahteraan hidup di dunia. Keduanya baru bisa diperoleh manakala ada keseimbangan antara ibadah ritual dan bekerja keras untuk urusan dunia. Allah SWT berfirman:

Artinya  :  “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)”.

Bila kita pahami makna ayat diatas dalam konteks kekinian tentu akan membuahkan pengertian, bahwa kerja sebagai sarana mencapai kesejahteraan merupakan perbuatan yang dipandang mulia dan luhur oleh Islam, dan termasuk ibadah manakala didasari dengan sikap-sikap keagamaan. Isya Allah interpretasi semacam ini akan sangat bermanfaat untuk memacu semangat hidup kaum muslimin supaya memiliki etos kerja yang unggul dan mudah diajak berkembang dan maju, sehingga bisa mencapai tingkat produktivitas kerja yang tinggi. Dengan begitu niscaya proses pembangunan untuk mewujudkan manusia seutuhnya akan benar-benar tercapai sesuai dengan yang dicita-citakan.
Memang sesuai kodrat dan iradrat Allah SWT di dunia ini ada kelompok masyarakat atau bangsa yang dikaruiai memiliki semangat kerja begitu tinggi sehingga mampu mencapai taraf kemajuan ekonomi yang mengagumkan. Sebaliknya, ada pula masyarakat yang sangat lemah etos kerjanya, sulit diajak maju sehingga lamban perkembangannya dan selalu ketinggalan dalam mencapai kemajuan dibandingkan dengan masyarakat lain. Oleh karena itu, dalam memahami konteks kerja sebagai ibadah, kaum muslimin harus ditekankan bahwa bekerja merupakan kegiatan yang paling penting dalam kehidupan manusia, sebagai tanpa kerja sulit dibanyangkan bagaimana akan lahir suatu masyarakat modern dan maju seperti sekarang ini. Disamping itu, dengan bekerja itulah memungkinkan seseorang mengembangkan diri serta mematangkan kepribadiannya guna mewujudkan kualitas iman dan takwa. Bukankah Allah SWT telah menjanjikan:


Artinya  :  “dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan”. (QS. Al-Ahqaf: 19)

Hanya sayangnya, justru di kalangan umat islam sendiri kebanyakan motivasi dan tujuan kerja mereka pada umumnya masih lebih banyak dipengaruhi oleh tujuan yang sekedar untuk mengumpulkan harta dan kekayaan pribadi guna memuaskan kesenangan, kemegahan dan kekayaan pribadi guna memuaskan kesenangan, kemegahan dan berbangga-bangga yang sifatnya hanya mementingkan diri sendiri.
Sebenarnya meski kerja itu pada tujuan pokoknya adalah untuk kepentingan ekonomi, yaitu memenuhi kebutuhan dasar hidup manusia berupa makanan, pakaian, dan tempat kediaman. Tetapi bagi orang Islam, kerja bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan fisik semata, melainkan secara prinsip adalah sebagai ujud pelaksanaan perintah Allah SWT, yakni beribadah. Di mana kriteria kerja yang tergolong ibadah menurut Islam dapat dijabarkan ciri-ciri sebagai berikut: Pertama bahwa seseorang bekerja tidak hanya supaya pendapatan pribadinya meningkat, tetapi mengusahakan agar orang lain juga bisa bekerja dan berkembang. Kedua, jika membuka usaha hendaknya tidak hanya mengejar untuk tetapi juga memperhatikan akibat-akibat negatif bagi masyarakat. Ketiga, memperlakukan karyawan secara manusiawi, tidak hanya dianggap sebagai alat produksi. Keempat, memiliki etika kerja yang luhur sesuai akhlak Isami, misalnya berpegang teguh pada ketentunan hukum halal serta norma-norma yang baik (حلالا طيبا) dan menjauhi cara-cara haram, penipuan dan kezaliman. Kelima, menyadari semua pendapatan yang diperoleh dari usaha tersebut sebagai karunia Allah SWT dan mengeluarkan sebagainya untuk amal sosial, baik dalam bentuk sunnah atau wajib seperti zakat, infaq, dan sedekah.
Selain hal-hal yang telah diuraikan di atas, tentunya masih banya lagi yang harus diperhatikan oleh setiap orang Islam tentang besarnya perhatian Islam terhadap masalah etos kerja daam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dan satu hal yang patut kita camkan sebelum mengakhiri khotbah ini ialah bahwa seseorang akan bahagia dan merasakan kepuasan batin manakala ia mengetahui bahwa hasil karya, prestasi kerja, dan jerih payah yang dilakukannya dapat mendatangkan manfaat. Selain untuk dirinya juga bermanfaat bagi orang lain dan secara umum dapat menyumbang untuk masyarakat dan tanah airnya. Apalagi kalau ia dapat menempatkan semua aktivitas kerjanya itu di jalan Allah SWT sebagai amal ibadah kepada-Nya. Rasulullah bersabda:
خير الناس انفعهم للناس
Arrtinya    :      Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk sesamanya”.

Dengan kata lain, sukses tidaknya seseorang tidak dapat di nilai hanya dari kekayaan materi, melainkan dari kesuksesan yang diperoleh seseorang dalam mengerjakan sesuatu yang menjadi pilihan hati nurani dan cita-cita hidupnya sesuai tuntunan agama. Jadi, meskipun secara materi seseorang itu sangat kaya namun kalau yang ia kerjakan tidak memberi makna untuk peningkatan harkatnya sebagai manusia yang saleh, maka kesuksesan itu semu dan akan sia-sia belaka.