CHASYA COMPUTER
Selasa, 23 Agustus 2016
Kamis, 11 Februari 2016
Hary Tanoe Lantik Kepengurusan Perindo Dapil 7
Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Partai Perindo), Hary Tanoesoedibjo menghadiri Rapat Kordinasi, Verifikasi Internal dan Pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Perindo Se Dapil 7 Jawa Tengah di Auditorium Graha Grafika Gombong, Rabu (27/1/2016). Di saat bersamaan, Hary Tanoe melantik kepengurusan Partai Perindo di Kabupaten Purbalingga, Kebumen dan Banjarnegara.
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPW Partai Perindo Jawa Tengah, Siswadi Selodipoero, Ketua DPD Partai Perindo Kebumen Damar Priambudi, Ketua DPD Partai Perindo Purbalingga Agus Slamet Budijanto SSos, Ketua DPD Partai Perindo Banjarnegara Sunarso Kadar Waluyo. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen terpilih KH Yazid Mahfuds dan anggota DPRD dari Fraksi PKB, Jenu Arifiyadi.
Dalam sambutannya, Hary Tanoe mengkritisi kondisi bangsa Indonesia yang disebutnya belum sesuai dengan cita-cita kemerdekaan. Di usia yang 70 tahun, menurutnya, masyarakat Indonesia masih belum makmur secara ekonomi.
Menurutnya untuk mencapai kemakmuran, maka harus melewati kedaulatan dan keadilan. Kedaulatan meliputi daulat pangan, daulat pendidikan dan lain sebagainya. Hingga kini negara Indonesia juga belum swasembada pangan maka Indonesia belum berdaulat pangan. Padahal jika negara mau maju maka negara harus swasembada pangan dulu. “Swasembada pangan meliputi swasembada beras, kedelai, gula dan lain sebagainya. Padahal untuk kebutuhan beras saja hingga kini negara masih mengimpor dari luar negeri,” katanya.
Berbicara keadilan tentunya, membahas mengenai masalah hukum. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di negara ini hukum dapat dibeli “Wani Piro”. Jika demikian maka keadilan tidak mungkin akan terwujud. Kondisi ini semakin diperparah dengan jumlah penduduk miskin yang mencapai 70 persen. “Dengan demikian lebih banyak penduduk miskin dari pada yang kaya, kalau harus “Wani Piro” ya yang miskin tidak pernah dapat keadilan,” paparnya.
Untuk itu maka hidup masyarakat harus ditingkatkan. Salah satunya dengan bekerja yang berkualitas. Hal itu untuk mengurangi kesenjangan sosial yang ada di masyarakat. Caranya dengan memberi perlindungan kepada mereka, sehingga bukan hanya pemberian modal semata. Namun mereka juga harus diberi ketrampilan dan perlindungan.” Yang sering saya katakan dengan istilah "mereka" adalah para UMKM, Nelayan, Petani dan Buruh,”paparnya. (mam)
Kamis, 03 April 2014
FADLILLAH BULAN RAJAB
Bertaqwalah
kepada Allah SWT; taqwa dalam arti memelihara diri dari segala bentuk
kemusyrikan dan kemunafikan yakni dengan mentaati dan mengerjakan semua
perintah serta meninggalkan larangan-larangannya.
Juga
taqwa yang dapat menumbuhkan amal-amal shaleh yang nyata sebagai pembuktian
kebenaran iman sebab segala perbuatan dan amal manusia, baik atau jahatnya
merupakan pencerminan imannya terhadap Allah SWT.
Hidup
kita adalah berbilang hari, bulan dan tahun. Semua itu telah diatur Allah,
silih bergantu.
Allah
SWT telah berfirman:
Artinya : “Sesungguhnya
bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di
waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram”. (QS.
At-Taubah: 36)
Dari
ayat tersebut kita memperoleh pengertian bahwa dia antara waktu-waktu yang
telah diatur Allah, terdapat waktu yang mulia; satu diantaranya ialah bulan
Rajab.
Sesungguhnya
berbahagia karena kita dapat memasuki
bulan yang bersejarah ini, yang tidak mungkin dilupakan oleh segeanp kaum
muslimin.
Marilah
kita lebih mensyukuri nikmat Allah, sebab dengan datangnya bulan rajab ini kita
ingat kembali betapa Rasulullah SAW diangkat ke hadirat Allah untuk menerima
perintah shalat lima waktu.
Sungguh
tinggi nilai shalat dibanding perinta-perintah yang lain, seperti zakat, puasa,
dan haji.
Sebab
itulah kita wajib menyadari pentingnya ibadah shalat dengan melaksanakan secara
ikhlas dan khusyu’ sebagai bukti taqwa kita. Ketinggian nilai shalat inilah
yang menempatkan sebagai sendi agama.
Rasulullah
SAW bersabda:
الصلاة
عماد الدين فمن اقامها فقد اقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين. رواه
البيهقى
Artinya : “Shalat
(lima waktu) adalah tiang agama. Barangsiapa yang menegakkannya berarti ia
telah menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkannya berarti ia telah merobohkan
agama”. (HR. Baihaqi)
Sebagai
kaum muslim senantiasa mengharap rahmat dan fadillah dari Allah.
Untuk
itu kita harus meningkatkan amal shaleh, memperbanyak ibadah terutama dalam
bulan-bulan mulia.
Didalam
bulan mulia, terutama bulan Rajab itulah segala amal akan memperoleh pahala
yang berlipat ganda, dan Allah menyediakan surga (kehidupan yang bahagia) bagi
orang-orang yang berbuat kebajikan dan beribadah.
Rasulullah
SAW bersabda:
ان
فى الجنة نهرا يقال له رجب اشدبياضا من اللبن واحلى من العسل من صام يوما من رجب
سقاه الله من لك النهر.
Artinya : “Di
dalam surga terdapat sebuah bengawan yang disebut bengawan Rajab; airnya lebih
putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada madu. Barang siapa yang
berpuasa satu hari pada bulan Rajab maka kelak alah akan memberi minum
kepadanya dari air bengawan itu”
Bulan
Rajab adalah yang penuh maghfiroh; segala kebaikan akan memperoleh pahala
berlipat ganda. Segala ampunan akan diterima dan segala kemaksiatan harus lebih
dijauhi.
Allah
SWT berfirman:
Artinya : “Mereka
bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah:
"Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar”. (QS. Al-Baqarah:
217)
Rasulullah
SAW bersabda:
انيبوا
الى ربكم واستغفروا من نوبكم واجتنبوا المعاصى فى شهر الحرام
Artinya : “Kembalilah
engkau kepada Tuhanmu, mohonlah ampunan dari segala dosamu dan jauhilah segala
kemaksiatan dalam bulan haram”
Dari
ayat dan hadits diatas nyatalah bahwasannya dalam bulan Rajab ini kita
dianjurkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan amal
shaleh dan memperbanyak ibadah.
Kita
gunakan bulan Rajab untuk mencari bekal akhirat dengan tidak melupakan
kemaslahatan hidup dunia.
Kita
ramaikan peringatan-peringatan rajabiyah dengan itikad untuk menghormati kemuliaan
bulan Rajab dan dengan tujuan mengambil hikmah yang terkadnung dalam
peristiwa-peristiwa yang terjadi dibulan itu yaitu Isro’ Mi’rah Nabi kita
Muhammad SAW.
Oleh
sebab itu, sebagai orang tua kita wajib menanamkan kesadaran kepada anak cucu,
agar mereka dapat menghormati bulan mulia ini, melatih mereka untuk
meningkatkan amal shaleh dan mengajak mereka untuk mengikuti
penerangan-penerangan para ulama’ dan mubaligh tentang hikmah yang terdapat
dalam bulan Rajab sehingga menambah gairah meningkatkan amalia ubudiyah seperti
puasa-puasa sunnat dan lain-lainnya.
Sesungguhnya
kita bertanggung jawab terhadap baik buruknya pendidikan anak-anak kita. Karena
itu kita semua berkewajiban mendidik anak-anak kita masih-masing, agar menjadi
anak-anak yang shaleh.
Mendidik
memang harus disesuaikan cita-cita orang tua sebab orang tua merupakan lembaga
pendidikan yang primer. Sudah barang tentu dalam mencapai cita-cita ini, orang
tua harus berusaha mempengaruhi anak dalam perkembangannya sehari-hari. Orang
tua sebagai pendidik, harus bergaul dengan anak, mengontrol agar perkembangan
itu selalu mengarah kepada yang baik-baik saja.
Rasulullah
SAW bersabda:
كل
مولود يولد على الفطرة فابواه يهودا نه او ينصرا نه او يمجسانه.
Artinya : “setiap
kelahiran (anak yang dilahirkan) dilahirkan dalam keadaan suci. Hanya kedua
orangtuanalah yang mencetak anak itu menjadi Yahudi, atau Nasrani, atau menjadi
Majusi.
Pendidikan
adalah urusan yang paling utama dan alat yang amat penting bagi suatu bangsa.
Dengan mendidik suatu bangsa mengembangkan kesadaran dirinya, melalui kesadaran
pribadi yang mendukungnya.
Pendidikan
merupakan persiapan bagi generasi muda, dalam kecakapan dan dalam membuat mereka
menyadari tugas serta kewajiban hidup mereka.
Mulai
pendidikan, suatu bangsa menyalurkan warisan kultural dan intelektualnya,
kepada generasi pengganti. Lewat pendidikan, kebudayaan mengabdikan dirinya.
Pendidikan adalah suatu proses yang terus bersambung. Dengan proses itu,
latihan mental, pisik dan moral diberikan yang bertujuan untuk membentuk
manusia yang berguna, cakap melaksanakan tugas dan kewajiban mereka sebagai
manusia dan warga negara yang baik. Pendidikan adalah pembentukan sifat baik,
dengan cara menanamkan kebiasaan atau penghayatan yang bahwa kepada sifat atau
kesadaran tertentu, yaitu dengan menyuruh dan menggerakkan untuk mengerjakan
perbuatan tertentu berulang kali, sehingga menjadi kebiasaan. Kebiasaan itulah
yang membentuk sifat. Dan kebulatan dari sifat-sifat membentuk kepribadian.
Oleh
karena itu, saudara-saudara sekalian! Rasulullah SAW
مروا
الصبي بالصلاة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضر بوه عليها.
Artinya : “Perintahkanlah anak melakukan shalat,
apabila telah mencapai usia tujuh tahun. Kalau sudah berumur sepuluh tahun,
sedangkan anak itu tidak melaksanakan perinta, maka pukullah dia”
يا
ايها الذين امنو عليكم انفسكم لايضركم من ضل اذا اهتديتم الى الله مرجعكم جميعا
فينبئكم بما كنتم تعلمون.
Artinya: “Wahai orang-ornag yang beriman!
Perhatikanlah diri kalian. Seandainya orang lain bertindak sesat, maka
tidakannya itu tidak akan merugikan diri kalia, kalian mau mengambil petunjuk
Allah. Kalian pasti akan kembali menghadap ke pengadilan Allah, dimana Allah
bakal membeberkan kepada kalian tentang apa yang sudah kalian perbuat di dunia
ini”.
Senin, 18 November 2013
FADILLAH BULAN SYA’BAN DAN NIFSU SYA’BAN
Bertaqwalah
kepada Allah, taqwa dalam arti memelihara diri dari segala bentuk kemusyrikan
dan kemunafikan yakni dengan mentaati dan mengerjakan semua perintah serta
meninggalkan larangan-larangannya.
Juga
taqwa yang dapat menumbuhkan amal-amal shaleh yang nyata sebagai pembuktian
kebenaran iman, sebab segala perbuatan dan iman manusia, baik atau jahatnya
merupakan pencerminan imannya terhadap Allah.
Hidup
kita adalah berbilang hari, bulan dan tahun. Semua itu telah diatur Allah,
silih berganti.
Allah
berfirman:
Artinya : “Sesungguhnya
bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di
waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram”. (QS.
At-Taubah: 36)
Dari
ayat tersebut kita memperoleh peringatan bahwa diantara waktu-waktu yang telah
diatur Allah, terdapat waktu-waktu yang mulia satu diantaranya adalah bulan
Sya’ban. Sungguh berbahagia, karena kita dapat memasuki bulan yang bersejarah
ini, mungkin dilupakan oleh segera kaum muslimin.
Marilah
kita lebih mensyukuri nikmat Allah, sebab dengan datangnya bulan Sya’ban ini
kita ingin kembali riwayat dari Yahya bin Mu’adz, bahwa dia berkata:
Sesungguhnya didalam kata Sya’ban terdapat lima huruf, dimana dengan setiap
hurufnya kaum mu’minin akan diberi suatu pemberian: dengan syiin akan diberi
Syaraf (kehormatan) dan Syafa’at, dan dengan ‘Ain akan diberi ‘Izzah
(keperkasaan) dan kekaramat (kemuliaan), dan dengan Baa’ akan diberi Biir
(kebaikan), dan dengan Alif akan diberi Ulfah (cahaya), dan oleh karenanya
dikatakan: Bulan Rajab ialah untuk mensucikan hati dan bulan Ramadhan ialah
untuk mensucikan ruh. Sesungguhnya orang yang mensucikan badannya pada bulan
Raja maka dia akan mensucikan hatinya pada bulan Sya’ban, dan orang yang
mensucikan hatinya pada bulan Sya’ban akan mensucikan ruhnya pada bulan
Ramadhan, maka jika dia tidak mensucikan badannya pada bulan Rajab dan hatinya
pada bulan Sya’ban, kapankah dia akan mensucikan ruhnya pada bulan Ramadhan?.
Dan oleh karenanya berkata seorang ahli hikmat: “Sesungguhnya bulan Rajab untuk
memohon ampun dari segala doa, dan bulan Sya’ban untuk memperbaiki hati dari
segala cacat, dan bulan Ramadhan untuk memberi penerangan hati, sedang malam
Qadar adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Rasulullah
SAW bersabda:
من
صام ثلاثة ايام من اول شعبان وثلاثة من اوسطه وثلاثة من اخيره كتب الله له ثواب
سبعين نبيا وكان كمن عبد الله تعالى سبعين عاما وان مات فى تلك السنة مات شهيدا.
Artinya : “Barangsiapa
berpuasa tiga hari pada awal bulan Sya’ban dan tiga hari pada tengahnya, dan
tiga hari pada akhirnya, maka Allah akan menuliskan baginya padahal dati tujuh
puluh orang Nabi, dan adalah seperti orang beribadah kepada Allah selama tujuh
puluh tahun, dan jika dia mati pada tahun itu dia mati sebagai pahlawan
syahid”.
Dan
dalam hadits lain Nabi bersabda:
من
عظم شعبان واتقى الله تعالى وعمل بطا عته وامسك عن المعصية غفر الله تعالى ذنوبه
وامنه من كل ما يكون فى تلك السنة من اللبلايا والامراض كلها.
Artinya : “Barangsiapa
mengagungkan Bulan Sya’ban dan bertaqwa kepada Allah dan melakukan ketaatan
kepada-Nya dan menahan diri dari berbuat maksiat, maka Allah mengampuni
dosa-dosany, dan memberi keamanan kepadanya dari kemalangan maupun
penyakit-penyakit yang terjadi pada tahun itu seluruhnya”.
Sebagai
muslim kita senantiasa mengharap rahmat dan fadillah dari Allah.Untuk itu kita
harus meningkatkan amal shaleh, memperbanyak ibadah terutama pada bulan-bulan
mulia.
Di
dalam bulan mulia, terutama bulan Sya’ban itulah segala amal akan memperoleh
pahala yang berlipat ganda, dan orang yang menghidupkan malam pertengahan dari
bulan Sya’ban maka hatinya takkan mati manakala hati-hati (orang lain) pada
mati.
Rasululah
bersabda:
من
احيا ليلة العيدين وليلة النصف من شعبان لم يمت قلبه حين تموت القلوب.
Artinya : “Barangsiapa
menghidupkan malam dari pada dua hari-raya dan malam pertengahan dari bulan
Sya’ban, maka hatinya takkan mati manakala hati-hati (orang lain) pada mati”.
Rasulullah
SAW bersabda:
فضل
شعبان على سائر الشهور كفضلى على سائر الانبياء وفضل رمضان على سائر الشهور كفضل
الله تعالى على عباده.
Artinya : “Keutamaan
bulan Sya’ban atas bulan-bulan yang lain adalah sebagaimana keutamaanku atas
sekalian para Nabi, sedang keutamaan bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain
ialah sebagaimana keutamaan Allah Ta’ala atas sekalian hamba-hamba-Nya”.
Dari
hadits-hadits di atas nyatalah bahwasannya dalam bulan Sya’ban ini kita
dianjurkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan amal
shaleh dan memperbanyak ibadah.
Kita
gunakan bulan sya’ban untuk mencari bekal akhirat dengan tidak melupakan
kemaslahatan hidup dunia. Kita ramaikan (agungkan) malam nisfu sya’ban dengan
membaca surat Yasin sesudah maghrib dan berdoa dengan do’a yang masyhur.
Oleh
sebab itu, sebagai orang tua kita wajib menanamkan kesadaran pada anak cucu,
agar mereka dapat menghormati bulan mulia ini, melatih mereka untuk
meningkatkan amal saleh dan mengajak mereka untuk mengikuti
penerangan-penerangan para ’Ulama dan Mubaligh tentang keutamaan bulan Sya’ban
sehingga menambah gairah meningkatkan amaliyah ubudiyah seperti puasa- puasa
sunnat dan lain-lainya.
Sungguh
kita bertanggung jawab terhadap baik buruknya pendidikan anak kita. Karena itu,
betapa kecewa hati kita apabila melihat kenyataan pahit, dimana anak-anak sudah
tidak mengenal agama, pergaulan mereka telah bebas, perbuatan mereka telah jauh
menyimpang dari tuntunan Illahi.
Suatu
kenyataan saat-saat sekarang telah banyak timbul gejala kemerosotan akhlq
generasi muda, yang pada prinsipnya ialah karena mereka tidak mengenal
peraturan-peraturan Allah atau karena tidak adanya pengertian yang diberikan
oleh orang-orang tuanya, sehingga sikap dan tindakan serta laku perbuatan mereka
menjadi liar : sudah barang tentu jika
keadaan yang demikian generasi mendatang akan diliputi kabut kegelapan, bahkan
kelemahan yang akhirnya hancur dan larut bersama nafsu syaithaniyyah. Na’udzu
billahi nim dzalik.
Allah
SWT, telah memberi peringatan kepada kita selaku orang tua, agar hendaknya kita
merasa prihatin jika melihat anak turun yang lemah, sebagai firman-Nya :
Artinya : “Hendaklah mereka takut jangan sampai meninggalkan anak keturunan
yang di belakangnya, dikuatirkan akan sengsara, sebab itu hendaklah mereka
patuh kepada Allah dan hendaklah mereka berkata dengan perkataan yang betul. ( an Nissa’: 9)
Ayat
ini merupakan peringatan dari Allah
kepada kita tentang apa dan bagaimana semestinya kita berbuat untuk keselamatan
anak keturunan dimasa depan ; dari ayat ini pulalah kita dapat mengambil
pengertian yang luas, behwasanya kelemahan anak-anak tidak hanya dilihat dari
segi jasmani ( physik) semata-mata, tetapi yang lebih memprihatinkan ialah
kelemahan aqidah mereka.
Oleh
sebab itu melalui mimbar ini sekali lagi kami ajak saudara-saudara untuk lebih
meningkatkan pendidikan Agama kepada anak-anak kita, dengan tidak melupakan
pendidikan ilmu-ilmu lain yang berguna bagi kehidupan mereka di masa mendatang.
Marilah kita salurkan ketempat-tempat pendidikan
Agama, kita ajak dan kita perintahkan mereka mendatangi pengajian-pengajan,
agar jiwa keagamaan semakin meresap dalam hati sanubarinya.
Dengan
cara inilah kita mengharapkan kenikmatan Allah tetap curahkan kepada anak
keturunan dimasa-masa mendatang, dan terindahlah mereka dari bencana dan siksa
Allah.
Akhirnya
marilah kita senantiasa memohon kepada Allah, agar limpahan rahmat karunia-Nya
tetap kita rasakan dan juga bagi anak-anak kita, sehingga kebaikan-kebaikan
jualah yang kita peroleh dunia akhirat, dan terpeliharalah kita dari siksaan
api neraka.
ربنا
اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار.
Artinya : “(Ya Allah) Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat serta hidarkanlah kami dari siksaan api neraka”.
Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata:
"Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan
jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. (QS.
Ibrahim: 35)
Kamis, 17 Oktober 2013
BUKTI CLAIM ASURANSI PRUDENTIAL
Ada beberapa bukti bahwa Prudential membayarkan claim kepada Nasabah nya. Antara lain adalah :
Untuk Prudential ketepatan waktu pembayaran klaim untuk memberikan bantuan langsung pada saat keadaan darurat merupakan bagian inti dari layanan pelanggan . Kolektor Prudential yang selalu di tangan untuk memberikan bantuan keuangan yang cepat kepada penerima manfaat ketika bencana melanda .Selama Perang Dunia II bahkan ada kasus di mana klaim dibayarkan kepada ahli waris dari seorang pria yang tewas dalam serangan udara hampir satu jam setelah mengambil kebijakan tentang hidupnya sendiri . Tunjangan juga dilakukan untuk kasus-kasus di mana kebijakan pengadu ' dan dokumentasi pendukung telah hancur bersama dengan harta benda mereka yang lain .
Profil The Sun surat kabar dari Prudential , yang diterbitkan pada tahun 1894 , mengamati bahwa 'tidak ada kecelakaan serius terjadi antara massa orang tanpa termasuk pada orang mati -roll nya yang meyakinkan dengan perusahaan .Bencana Localised , seperti banjir di Lincolnshire dan Timur Anglikan pantai pada tahun 1953 dibawa keluar kegagahan dan efisiensi staf lapangan Prudential , yang sering di antara yang pertama di tempat kejadian . Baru-baru ini , klaim telah dibayarkan setelah landasan kapal tanker minyak Braer di Garth Ness , Shetland pada tahun 1993 dan banjir pada tahun 2000 .
Berbagai klaim telah tertutup oleh Prudential selama bertahun-tahun , termasuk kebakaran, banjir , laut, motorik , kereta api , kecelakaan industri dan domestik . Paling terkenal , tenggelamnya kapal Titanic pada 14 April 1912 mengakibatkan hilangnya lebih dari 1.500 jiwa; pada 1 Juni.
2. PRUDENTIAL membayarkan claim atas tragedi kecelakaan maut Saipul Jamil - Virginia
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA
1. PRUDENTIAL membayarkan claim atas tragedi karamnya kapal mewah TITANIC tanggal
14 April 1912 sebesar 12.834 Poundsterling
Prudential merupakan Asuransi Pertama dan Satu-satunya Asuransi di Dunia yang membayarkan claim ini.
Untuk Prudential ketepatan waktu pembayaran klaim untuk memberikan bantuan langsung pada saat keadaan darurat merupakan bagian inti dari layanan pelanggan . Kolektor Prudential yang selalu di tangan untuk memberikan bantuan keuangan yang cepat kepada penerima manfaat ketika bencana melanda .Selama Perang Dunia II bahkan ada kasus di mana klaim dibayarkan kepada ahli waris dari seorang pria yang tewas dalam serangan udara hampir satu jam setelah mengambil kebijakan tentang hidupnya sendiri . Tunjangan juga dilakukan untuk kasus-kasus di mana kebijakan pengadu ' dan dokumentasi pendukung telah hancur bersama dengan harta benda mereka yang lain .
Profil The Sun surat kabar dari Prudential , yang diterbitkan pada tahun 1894 , mengamati bahwa 'tidak ada kecelakaan serius terjadi antara massa orang tanpa termasuk pada orang mati -roll nya yang meyakinkan dengan perusahaan .Bencana Localised , seperti banjir di Lincolnshire dan Timur Anglikan pantai pada tahun 1953 dibawa keluar kegagahan dan efisiensi staf lapangan Prudential , yang sering di antara yang pertama di tempat kejadian . Baru-baru ini , klaim telah dibayarkan setelah landasan kapal tanker minyak Braer di Garth Ness , Shetland pada tahun 1993 dan banjir pada tahun 2000 .
Berbagai klaim telah tertutup oleh Prudential selama bertahun-tahun , termasuk kebakaran, banjir , laut, motorik , kereta api , kecelakaan industri dan domestik . Paling terkenal , tenggelamnya kapal Titanic pada 14 April 1912 mengakibatkan hilangnya lebih dari 1.500 jiwa; pada 1 Juni.
2. PRUDENTIAL membayarkan claim atas tragedi kecelakaan maut Saipul Jamil - Virginia
Saipul Jamil dan Virginia Anggraeni
JAKARTA, KOMPAS.com — Di
tengah kesedihan atas meninggalnya sang istri, Virginia Anggraeni
(23), pedangdut Saipul Jamil (31) dikabarkan bakal mendapat warisan uang
Rp 1 miliar.
Uang itu merupakan pembayaran klaim asuransi meninggalnya Egi, panggilan akrab Virginia.
Salah
satu perusahaan asuransi jiwa berskala nasional di Indonesia akan
segera membayarkan uang klaim asuransi kepada Ipul—panggilan akrab
Saipul Jamil—sebesar Rp 1 miliar. Ipul, demikian keterangan dari
perusahaan asuransi itu, adalah ahli waris Virginia yang mengikuti
asuransi jiwa.
Selama ini, Egi adalah salah satu nasabah perusahaan asuransi
tersebut. Begitu mengetahui kematian Egi akibat kecelakaan tunggal di
Jalan Tol Cipularang Km 96+500, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu
(3/9/2011), perusahaan asuransi itu bersiap mengeluarkan uang klaim
hingga Rp 1 miliar.
Salah satu sumber di perusahaan asuransi
yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, Virginia belum lama
menjadi nasabah di sana. "Virginia baru beberapa bulan ini mengikuti
asuransi," katanya saat dihubungi lewat telepon, Rabu (7/9/2011).
Setiap
bulannya, perempuan yang dinikahi Ipul pada 10 Maret 2011 itu membayar
premi asuransi Rp 1 juta. Uang klaim hingga Rp 1 miliar akan diberikan
kepada Ipul lantaran asuransi yang diikuti Virginia selama ini hingga
sebelum meninggal dunia bersifat full protection.
"Usia
muda dan aktivitas almarhumah semakin mempertinggi nilai
pertanggungan," kata sumber tersebut. Dengan usia 20-an ketika memulai
ikut asuransi, nilai pertanggungan asuransi Egi tentu cukup besar karena
masa pembayaran preminya panjang.
Tidak hanya soal usia dan
aktivitasnya. Nilai asuransi yang mencapai Rp 1 miliar itu juga dengan
pertimbangan bahwa Virginia tidak merokok. "Pekerjaannya juga hanya
sebagai ibu rumah tangga. Itu yang membuat nilai klaimnya semakin
tinggi," ujar sumber tersebut.
Sampai Rabu (7/9/2011) atau empat
hari setelah kecelakaan di Cipularang, dana klaim asuransi dari
perusahaan tersebut memang belum diterima mantan suami Dewi Perssik itu
sebagai ahli waris almarhumah Virginia. Pihak perusahaan asuransi
masih menunggu sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh ahli waris,
dalam hal ini Saipul Jamil.
Yang pasti, dana Rp 1 miliar tersebut
sudah disiapkan dan akan diberikan pihak asuransi kepada Ipul jika
persyaratan sudah dipenuhi. "Nanti ada hasil visum, laporan polisi, dan
beberapa persyaratan lain yang harus dilampirkan. Paling lambat satu
bulan setelah diajukan, dana akan dicairkan," kata sumber itu.
Tak mengharapkan
Soal
kabar tersebut, Ipul tak membantah istrinya merupakan peserta
asuransi. "Aduh, wartawan tahu saja. Kita lihat nantilah, ya. Saya tidak
mengharapkan (uang klaim asuransi) itu. Yang jelas maksud saya adalah
memberikan yang terbaik buat keluarga saya," kata Ipul saat ditemui di
kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (6/9/2011) dini hari.
"(Asuransi) Itu hanya untuk meng-cover hal yang tidak diinginkan, untuk masa depan. Saya juga tidak tahu, kan, apa yang akan terjadi," katanya lagi.
Menurut
pedangdut itu, dia sama sekali tak mengharapkan terjadi musibah
terhadap orang yang dicintainya. "Saya enggak mengharapkan itu. Kita
juga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Alhamdulilah sudah banyak
yang namanya asurasi ini-itu, asuransi menyelamatkan jiwa.
Alhamdulilah, saya sejak sekolah sudah ikutan asuransi," katanya.
Keluarga ikhlas
Sementara
itu, keluarga Virginia mengaku ikhlas atas kepergian Virginia dalam
kecelakaan tersebut. Mereka tidak mau menyalahkan Saipul Jamil dalam
peristiwa tersebut.
"Kami dari pihak keluarga ikhlas. Kami tak
pernah mempermasalahkan siapa yang salah. Keluarga ikhlas, ini sudah
jalan Allah," kata Stenie Mutiasari van Davren, salah seorang anggota
keluarga Virginia, seperti ditayangkan infotainment Go Spot, Rabu (7/9).
Hal
senada disampaikan oleh ibunda Virginia, Ati Sudiati. Sebagai seorang
Muslimah, katanya, dia ikhlas menerima musibah ini dan tidak mau ambil
pusing soal lainnya. "Saya enggak tahu dan saya enggak mau tahu. Karena
saya seorang Muslimah, jadi saya ikhlas menerima sajalah, tidak mau
ambil pusing masalah itu. Yang jelas, enggak ada indikasi itu
(kesengajaan)," ujarnya.
Komentar pihak keluarga itu mereka
sampaikan ketika dimintai tanggapan tentang penetapan status tersangka
terhadap Saipul Jamil oleh Mabes Polri karena dianggap lalai dalam
mengemudikan kendaraan yang mengakibatkan tewasnya Virginia.Pengalaman Nasabah yang Ikut Asuransi Prudential
Saya ikut dua asuransi yang berbeda. Kebetulan ada penawaran asuransi lagi yang membuat saya tertarik. Akhirnya, jadilah asuransi ketiga di tangan saya. Prosesnya gampang dan tidak ribet.
Asuransi yang ditawarkan ke saya yang terakhir ini adalah Prudential (www.prudential.co.id). Setelah beberapa kali kontak telepon, akhirnya ia datang ke rumah dan menjelaskan program asuransi yang ditawarkan, lengkap dengan contoh-contoh yang dimaksud.
Yang membuat saya tertarik adalah fasilitas Pru-Med, di mana asuransi akan menanggung biaya rumah sakit bila si pemegang polis mendapatkan rawat inap 2x24 jam. Bila harus menjalani pembedahan, ada itung-itungan yang juga akan dibayarkan. Demikian juga bila masuk ICU. Saya tertarik dengan fasilitas ini karena Prudential mengijinkan salinan kuitansi yang dilegalisir pihak RS untuk mengajukan klaim.
Saya memilihnya karena kantor tempat saya bekerja memberikan jaminan kesehatan yang terhitung penuh, meskipun dengan plafon-plafon tertentu. Saya tidak ingin "membisniskan" sakit atau tidak ingin dirawat di RS, tapi setidaknya memberikan perlindungan jika terjadi apa-apa dengan kesehatan saya.
Terhitung tidak sampai satu minggu, proses penjelasan dan interview sudah kelar dan kini saya tinggal menunggu polisnya keluar.
Rabu, 09 Oktober 2013
ETOS KERJA KUNCI PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
Marilah kita tingkatkan
iman dan takwa kepada Allah SWT melalui peningkatan etos kerja yang
sebaik-baiknya, sesuai firman Allah SWT:
Artinya : “Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa
yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Hasyr: 18)
Dalam
upaya meningkatkan kualitas sumber daya umat, Rasulullah terlebih dahulu
menanamkan akidah, lalu Beliau memacu etos kerja dan menegakkan disiplin kepada
para sahabat dan senantiasa mengajarkan sikap berani hidup mandiri di kalangan
mereka, seperti dibuktikan oleh sahabat Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin
Auf yang keduanya menjadi wiraswastawan sukses di kota Madinah. Sebagaimana
tercermin dalam hadits yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah:
باكروا
فى طلب الرزق والحوائج فإن الغدوبركة ونجاح. (روه
الطبرانى والبزار)
Artinya : “Berpagi-pagilah
pergi mencari rizki, karena sesungguhnya pada pagi hari itulah terletak berkah
dan keberhasilan”.
Dalam Al-Qur'an juga banyak kita jumpai ayat yang menyuruh umat islam untuk
tekun bekerja demi kebahagiaan dunia, tanpa mengesampingkan persiapan bagi
kebahagiaan di akhirat. Juga ditegaskan bahwa bekerja amat
penting untuk mencapai kesejahteraan hari esok, agar kelanjutan kehidupan
keluarga dan masyarakat dapat terpelihara.
Alam semesta dengan
segala isinya telah disediakan oleh Allah SWT bagi manusia. Akan tetapi manusia
baru akan mendapatkan hasil dari sumber kekayaan alam itu, apabila ia berusaha
dan bekerja. Misalnya untuk menggali sumber kekayaan di sektor pertanian orang
harus membuka lahan pertanian dan mengusahakan penanaman. Untuk menggali
potensi perikanan orang harus berusaha mengadakan penangkapan atau
pembudidayaan ikan. Demikian juga untuk menggali dan mengeksploitasi
sumber-sumber itu, baru ia dapat memperoleh rizqi dari kekayaan alam yang telah
diciptakan oleh Allah SWT.
Memang banyak jalan
yang dapat ditempuh oleh seseorang dalam memperoleh rizqi dan kekayaan. Ada
orang yang memperoleh rizqi dengan cara berwiraswasta, berdagang, bertani atau
menjadi pegawai. Ada juga yang memperoleh rizqi dengan bekerja untuk orang
lain. Disamping itu ada juga sebagian orang yang memperoleh rizqi tanpa
bersusah payah, karena mendapat warisan atau pemberian. Namun demikian Islam
menegaskan kepada umatnya, bahwa jalan untuk mendapatkan rizqi melalui bekerja
keras, bukan atas pemberian pihak lain, lebih utama dan mulia. Dengan kata
lain, bahwa menurut Islam jalan yang paling terpuji untuk memperoleh rizqi dari
Allah SWT adalah dengan meminta-minta atau mengandalkan pemberian orang lain
tidak dikehendaki oleh Islam.
Bahkan keharusan
bekerja dan berusaha ini telah ditunjukkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dalam
banyak ayat Al-Qur'an dan hadits. Perintah-perintah seperti “Berjalanlah
kamu ke segala penjuru dunia”. (فامشوا فى مناكيها)
atau
“Bertebarlah kamu di muka bumi”. (فانتشروا
فى الارض) adalah perintah Allah
SWT kepada manusia agar bekerja dan mencari mata pencaharian di mana pun
berada. Sedangkan hadits Nabi yang menyatakan: “Kamu lebih mengerti tentang
urusan-urusan duniamu”. (انتم اعلم بأمور دنياكم) dapat dijadikan bukti adanya keleluasaan
yang diberikan Islam kepada pemeluknya untuk bebas berbuat dan mengatur sendiri
hal-hal yang bersifat keduniaan, termasuk masalah teknis bekerja dan memajukan
ekonomi umat. Sebab, Nabi SAW pernah bahwa umatnya lebih mengerti tentang
urusan dunia dan mampu mengembangkan teori-teori keduniaan untuk mencapai
kesejahteraan hidup di dunia, misalnya cara meningkatkan produktivitas kerja
dengan ketrampilan, ilmu dan teknologi. Lebih dari itu, kedatangan Nabi
Muhammad SAW, memang tidak diutus untuk mengajari manusia tentang ketrampilan
kerja, kerajinan tangan, perindustrian, dan seluk beluk pertanian, atau hal-hal
yang menyangkut teori-teori ilmu pengetahuan.
Keleluasaan umat Islam
mengatur urusan dunia, menuntut adanya kemampuan menjabarkan ajaran Islam di
dalam menjawab segala tantangan zaman modern, dumana Islam adalah satu-satunya
agama yang memiliki konsep yang lengkap tentang berbagai aspek kehidupan, meliputi
ekonomi, politik, sosial, kebudayaan dan sebagainya. Sehingga Islam harus
dipahami tidak sebatas ibadah formalnya saja seperti sholat, puasa, zakat dan
hajji. Tetapi umat Islam harus mampu menjadikan Islam sebagai solusi bagi
segala persoalan hidup, baik ukhrawi maupun duniawi. Pengajian-pengajian dan
ceramah agama yang selama ini terlihat masih terlalu banyak membahas tentang
akhirat, hendaknya perlu diluruskan supaya berimbang dengan pembahasan tentang
problem kehidupan dunia.
Dan khusus mengena
ketertinggalan umat Islam dalam hal etos kerja, kiranya masyarakat muslim awam
yang pada umumnya hanya memiliki pemahaman Islam secara tradisional, yaitu
ajaran Islam dipandang sebatas ibadah-ibadah ritual saja, harus disadarkan
bahwa sebenarnya Islam adalah agama yang mendorong bukan menghalang-halangi
pemeluknya untuk sukses dan hidup bahagia di dunia. Islam tidak sekali-kali
mengajarkan umatnya untuk “Biarlah di dunia ini menderita atau melarat, asalkan
mendapat kebahagiaan di akhirat”.
Penegasan ini perlu,
sebab salah satu kekeliruan umat Islam selama ini adalah sering menyalah
artikan cara mendapat kebahagiaan akhirat. Seolah-olah kebahagiaan itu akan
diperoleh hanya dengan memperbanyak ibadah ritual, kalau perlu dengan
menyelenggarakan hidupnya, sedangkan kerja dianggapnya hanya urusan dunia yang
seakan-akan cuma mengganggu upaya untuk memperoleh akhirat. Padahal Allah SWT
menyuruh manusia mencari anugerah-Nya tidak hanya untuk kebahagiaan akhirat
tapi sekaligus untuk kesejahteraan hidup di dunia. Keduanya baru bisa diperoleh
manakala ada keseimbangan antara ibadah ritual dan bekerja keras untuk urusan
dunia. Allah SWT berfirman:
Artinya : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari
(kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)”.
Bila kita pahami makna ayat diatas dalam konteks kekinian tentu akan
membuahkan pengertian, bahwa kerja sebagai sarana mencapai kesejahteraan
merupakan perbuatan yang dipandang mulia dan luhur oleh Islam, dan termasuk
ibadah manakala didasari dengan sikap-sikap keagamaan. Isya
Allah interpretasi semacam ini akan sangat bermanfaat untuk memacu semangat
hidup kaum muslimin supaya memiliki etos kerja yang unggul dan mudah diajak
berkembang dan maju, sehingga bisa mencapai tingkat produktivitas kerja yang
tinggi. Dengan begitu niscaya proses pembangunan untuk mewujudkan manusia
seutuhnya akan benar-benar tercapai sesuai dengan yang dicita-citakan.
Memang sesuai kodrat
dan iradrat Allah SWT di dunia ini ada kelompok masyarakat atau bangsa yang
dikaruiai memiliki semangat kerja begitu tinggi sehingga mampu mencapai taraf
kemajuan ekonomi yang mengagumkan. Sebaliknya, ada pula masyarakat yang sangat
lemah etos kerjanya, sulit diajak maju sehingga lamban perkembangannya dan
selalu ketinggalan dalam mencapai kemajuan dibandingkan dengan masyarakat lain.
Oleh karena itu, dalam memahami konteks kerja sebagai ibadah, kaum muslimin
harus ditekankan bahwa bekerja merupakan kegiatan yang paling penting dalam
kehidupan manusia, sebagai tanpa kerja sulit dibanyangkan bagaimana akan lahir
suatu masyarakat modern dan maju seperti sekarang ini. Disamping itu, dengan
bekerja itulah memungkinkan seseorang mengembangkan diri serta mematangkan
kepribadiannya guna mewujudkan kualitas iman dan takwa. Bukankah Allah SWT
telah menjanjikan:
Artinya : “dan
bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan
agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang
mereka tiada dirugikan”. (QS. Al-Ahqaf:
19)
Hanya sayangnya, justru
di kalangan umat islam sendiri kebanyakan motivasi dan tujuan kerja mereka pada
umumnya masih lebih banyak dipengaruhi oleh tujuan yang sekedar untuk
mengumpulkan harta dan kekayaan pribadi guna memuaskan kesenangan, kemegahan
dan kekayaan pribadi guna memuaskan kesenangan, kemegahan dan berbangga-bangga
yang sifatnya hanya mementingkan diri sendiri.
Sebenarnya meski kerja
itu pada tujuan pokoknya adalah untuk kepentingan ekonomi, yaitu memenuhi
kebutuhan dasar hidup manusia berupa makanan, pakaian, dan tempat kediaman.
Tetapi bagi orang Islam, kerja bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan fisik
semata, melainkan secara prinsip adalah sebagai ujud pelaksanaan perintah Allah
SWT, yakni beribadah. Di mana kriteria kerja yang tergolong ibadah menurut
Islam dapat dijabarkan ciri-ciri sebagai berikut: Pertama bahwa
seseorang bekerja tidak hanya supaya pendapatan pribadinya meningkat, tetapi
mengusahakan agar orang lain juga bisa bekerja dan berkembang. Kedua,
jika membuka usaha hendaknya tidak hanya mengejar untuk tetapi juga
memperhatikan akibat-akibat negatif bagi masyarakat. Ketiga,
memperlakukan karyawan secara manusiawi, tidak hanya dianggap sebagai alat
produksi. Keempat, memiliki etika kerja yang luhur sesuai akhlak Isami,
misalnya berpegang teguh pada ketentunan hukum halal serta norma-norma yang
baik (حلالا طيبا)
dan
menjauhi cara-cara haram, penipuan dan kezaliman. Kelima, menyadari
semua pendapatan yang diperoleh dari usaha tersebut sebagai karunia Allah SWT
dan mengeluarkan sebagainya untuk amal sosial, baik dalam bentuk sunnah atau
wajib seperti zakat, infaq, dan sedekah.
Selain hal-hal yang
telah diuraikan di atas, tentunya masih banya lagi yang harus diperhatikan oleh
setiap orang Islam tentang besarnya perhatian Islam terhadap masalah etos kerja
daam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dan satu hal yang patut
kita camkan sebelum mengakhiri khotbah ini ialah bahwa seseorang akan bahagia
dan merasakan kepuasan batin manakala ia mengetahui bahwa hasil karya, prestasi
kerja, dan jerih payah yang dilakukannya dapat mendatangkan manfaat. Selain
untuk dirinya juga bermanfaat bagi orang lain dan secara umum dapat menyumbang
untuk masyarakat dan tanah airnya. Apalagi kalau ia dapat menempatkan semua
aktivitas kerjanya itu di jalan Allah SWT sebagai amal ibadah kepada-Nya.
Rasulullah bersabda:
خير
الناس انفعهم للناس
Arrtinya : “Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat untuk sesamanya”.
Dengan kata lain,
sukses tidaknya seseorang tidak dapat di nilai hanya dari kekayaan materi,
melainkan dari kesuksesan yang diperoleh seseorang dalam mengerjakan sesuatu
yang menjadi pilihan hati nurani dan cita-cita hidupnya sesuai tuntunan agama.
Jadi, meskipun secara materi seseorang itu sangat kaya namun kalau yang ia
kerjakan tidak memberi makna untuk peningkatan harkatnya sebagai manusia yang
saleh, maka kesuksesan itu semu dan akan sia-sia belaka.
Langganan:
Postingan (Atom)



