Ada beberapa bukti bahwa Prudential membayarkan claim kepada Nasabah nya. Antara lain adalah :
Untuk Prudential ketepatan waktu pembayaran klaim untuk memberikan bantuan langsung pada saat keadaan darurat merupakan bagian inti dari layanan pelanggan . Kolektor Prudential yang selalu di tangan untuk memberikan bantuan keuangan yang cepat kepada penerima manfaat ketika bencana melanda .Selama Perang Dunia II bahkan ada kasus di mana klaim dibayarkan kepada ahli waris dari seorang pria yang tewas dalam serangan udara hampir satu jam setelah mengambil kebijakan tentang hidupnya sendiri . Tunjangan juga dilakukan untuk kasus-kasus di mana kebijakan pengadu ' dan dokumentasi pendukung telah hancur bersama dengan harta benda mereka yang lain .
Profil The Sun surat kabar dari Prudential , yang diterbitkan pada tahun 1894 , mengamati bahwa 'tidak ada kecelakaan serius terjadi antara massa orang tanpa termasuk pada orang mati -roll nya yang meyakinkan dengan perusahaan .Bencana Localised , seperti banjir di Lincolnshire dan Timur Anglikan pantai pada tahun 1953 dibawa keluar kegagahan dan efisiensi staf lapangan Prudential , yang sering di antara yang pertama di tempat kejadian . Baru-baru ini , klaim telah dibayarkan setelah landasan kapal tanker minyak Braer di Garth Ness , Shetland pada tahun 1993 dan banjir pada tahun 2000 .
Berbagai klaim telah tertutup oleh Prudential selama bertahun-tahun , termasuk kebakaran, banjir , laut, motorik , kereta api , kecelakaan industri dan domestik . Paling terkenal , tenggelamnya kapal Titanic pada 14 April 1912 mengakibatkan hilangnya lebih dari 1.500 jiwa; pada 1 Juni.
2. PRUDENTIAL membayarkan claim atas tragedi kecelakaan maut Saipul Jamil - Virginia
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA
1. PRUDENTIAL membayarkan claim atas tragedi karamnya kapal mewah TITANIC tanggal
14 April 1912 sebesar 12.834 Poundsterling
Prudential merupakan Asuransi Pertama dan Satu-satunya Asuransi di Dunia yang membayarkan claim ini.
Untuk Prudential ketepatan waktu pembayaran klaim untuk memberikan bantuan langsung pada saat keadaan darurat merupakan bagian inti dari layanan pelanggan . Kolektor Prudential yang selalu di tangan untuk memberikan bantuan keuangan yang cepat kepada penerima manfaat ketika bencana melanda .Selama Perang Dunia II bahkan ada kasus di mana klaim dibayarkan kepada ahli waris dari seorang pria yang tewas dalam serangan udara hampir satu jam setelah mengambil kebijakan tentang hidupnya sendiri . Tunjangan juga dilakukan untuk kasus-kasus di mana kebijakan pengadu ' dan dokumentasi pendukung telah hancur bersama dengan harta benda mereka yang lain .
Profil The Sun surat kabar dari Prudential , yang diterbitkan pada tahun 1894 , mengamati bahwa 'tidak ada kecelakaan serius terjadi antara massa orang tanpa termasuk pada orang mati -roll nya yang meyakinkan dengan perusahaan .Bencana Localised , seperti banjir di Lincolnshire dan Timur Anglikan pantai pada tahun 1953 dibawa keluar kegagahan dan efisiensi staf lapangan Prudential , yang sering di antara yang pertama di tempat kejadian . Baru-baru ini , klaim telah dibayarkan setelah landasan kapal tanker minyak Braer di Garth Ness , Shetland pada tahun 1993 dan banjir pada tahun 2000 .
Berbagai klaim telah tertutup oleh Prudential selama bertahun-tahun , termasuk kebakaran, banjir , laut, motorik , kereta api , kecelakaan industri dan domestik . Paling terkenal , tenggelamnya kapal Titanic pada 14 April 1912 mengakibatkan hilangnya lebih dari 1.500 jiwa; pada 1 Juni.
2. PRUDENTIAL membayarkan claim atas tragedi kecelakaan maut Saipul Jamil - Virginia
Saipul Jamil dan Virginia Anggraeni
JAKARTA, KOMPAS.com — Di
tengah kesedihan atas meninggalnya sang istri, Virginia Anggraeni
(23), pedangdut Saipul Jamil (31) dikabarkan bakal mendapat warisan uang
Rp 1 miliar.
Uang itu merupakan pembayaran klaim asuransi meninggalnya Egi, panggilan akrab Virginia.
Salah
satu perusahaan asuransi jiwa berskala nasional di Indonesia akan
segera membayarkan uang klaim asuransi kepada Ipul—panggilan akrab
Saipul Jamil—sebesar Rp 1 miliar. Ipul, demikian keterangan dari
perusahaan asuransi itu, adalah ahli waris Virginia yang mengikuti
asuransi jiwa.
Selama ini, Egi adalah salah satu nasabah perusahaan asuransi
tersebut. Begitu mengetahui kematian Egi akibat kecelakaan tunggal di
Jalan Tol Cipularang Km 96+500, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu
(3/9/2011), perusahaan asuransi itu bersiap mengeluarkan uang klaim
hingga Rp 1 miliar.
Salah satu sumber di perusahaan asuransi
yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, Virginia belum lama
menjadi nasabah di sana. "Virginia baru beberapa bulan ini mengikuti
asuransi," katanya saat dihubungi lewat telepon, Rabu (7/9/2011).
Setiap
bulannya, perempuan yang dinikahi Ipul pada 10 Maret 2011 itu membayar
premi asuransi Rp 1 juta. Uang klaim hingga Rp 1 miliar akan diberikan
kepada Ipul lantaran asuransi yang diikuti Virginia selama ini hingga
sebelum meninggal dunia bersifat full protection.
"Usia
muda dan aktivitas almarhumah semakin mempertinggi nilai
pertanggungan," kata sumber tersebut. Dengan usia 20-an ketika memulai
ikut asuransi, nilai pertanggungan asuransi Egi tentu cukup besar karena
masa pembayaran preminya panjang.
Tidak hanya soal usia dan
aktivitasnya. Nilai asuransi yang mencapai Rp 1 miliar itu juga dengan
pertimbangan bahwa Virginia tidak merokok. "Pekerjaannya juga hanya
sebagai ibu rumah tangga. Itu yang membuat nilai klaimnya semakin
tinggi," ujar sumber tersebut.
Sampai Rabu (7/9/2011) atau empat
hari setelah kecelakaan di Cipularang, dana klaim asuransi dari
perusahaan tersebut memang belum diterima mantan suami Dewi Perssik itu
sebagai ahli waris almarhumah Virginia. Pihak perusahaan asuransi
masih menunggu sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh ahli waris,
dalam hal ini Saipul Jamil.
Yang pasti, dana Rp 1 miliar tersebut
sudah disiapkan dan akan diberikan pihak asuransi kepada Ipul jika
persyaratan sudah dipenuhi. "Nanti ada hasil visum, laporan polisi, dan
beberapa persyaratan lain yang harus dilampirkan. Paling lambat satu
bulan setelah diajukan, dana akan dicairkan," kata sumber itu.
Tak mengharapkan
Soal
kabar tersebut, Ipul tak membantah istrinya merupakan peserta
asuransi. "Aduh, wartawan tahu saja. Kita lihat nantilah, ya. Saya tidak
mengharapkan (uang klaim asuransi) itu. Yang jelas maksud saya adalah
memberikan yang terbaik buat keluarga saya," kata Ipul saat ditemui di
kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (6/9/2011) dini hari.
"(Asuransi) Itu hanya untuk meng-cover hal yang tidak diinginkan, untuk masa depan. Saya juga tidak tahu, kan, apa yang akan terjadi," katanya lagi.
Menurut
pedangdut itu, dia sama sekali tak mengharapkan terjadi musibah
terhadap orang yang dicintainya. "Saya enggak mengharapkan itu. Kita
juga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Alhamdulilah sudah banyak
yang namanya asurasi ini-itu, asuransi menyelamatkan jiwa.
Alhamdulilah, saya sejak sekolah sudah ikutan asuransi," katanya.
Keluarga ikhlas
Sementara
itu, keluarga Virginia mengaku ikhlas atas kepergian Virginia dalam
kecelakaan tersebut. Mereka tidak mau menyalahkan Saipul Jamil dalam
peristiwa tersebut.
"Kami dari pihak keluarga ikhlas. Kami tak
pernah mempermasalahkan siapa yang salah. Keluarga ikhlas, ini sudah
jalan Allah," kata Stenie Mutiasari van Davren, salah seorang anggota
keluarga Virginia, seperti ditayangkan infotainment Go Spot, Rabu (7/9).
Hal
senada disampaikan oleh ibunda Virginia, Ati Sudiati. Sebagai seorang
Muslimah, katanya, dia ikhlas menerima musibah ini dan tidak mau ambil
pusing soal lainnya. "Saya enggak tahu dan saya enggak mau tahu. Karena
saya seorang Muslimah, jadi saya ikhlas menerima sajalah, tidak mau
ambil pusing masalah itu. Yang jelas, enggak ada indikasi itu
(kesengajaan)," ujarnya.
Komentar pihak keluarga itu mereka
sampaikan ketika dimintai tanggapan tentang penetapan status tersangka
terhadap Saipul Jamil oleh Mabes Polri karena dianggap lalai dalam
mengemudikan kendaraan yang mengakibatkan tewasnya Virginia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar